MAKALAH
Penerapan Tekhnologi
Power Thresher
Dalam
Pasca Panen Padi
![]() |
OLEH
NAMA : Zukhriani
Zamzami
NIM : C1G015220
FAKULTAS : PERTANIAN
PRODI : AGRIBISNIS
Basic of
Agricultural Knowledge
Mataram
University
2015
KATA
PENGATAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang Berjudul Peran Teknologi Power
Theres Dalam Pasca Panen Padi.Dalam
makalah ini saya menjelaskan mengenai pengertian secara umum.Adapuan tujuan
saya menulis makalah ini yang utama untuk memenuhi tugas dari Dosen saya selaku
yang membimbing saya dalam Pelajaran Pengantar Ilmu Pertanian. Di sisi lain,
saya menulis makalah ini untuk mengetahui lebih rinci mengenai Peran Teknologi Power
Threser Dalam Pasca Panen Padi.
Saya
menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu,diharapkan
kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah ini untuk ke
depannya.Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat
bagi kita semua terutama bagi Teman- Teman yang
mengikuti Mata Pelajaran Pengantar Ilmu Pertanian.
Rabu , 15 Desembar 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengatar..........................................................................................................
Daftar Isi .................................................................................................................
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah ...........................................................................
1.2. Rumusan Masalah .....................................................................................
1.3. Tujuan .......................................................................................................
1.4. Manfaat ....................................................................................................
Bab II Pembahasan
A.
Perkembangan
Power Thresher.................................................................
B.
Keunggulan dan Kelemahan
Power Thresher...........................................
C.
Perbedaan Pedal Threser dan Power
Thresher..........................................
D.
Cara Kerja Alat power thresher.................................................................
Bab III Penutup
A. Kesimpulan ...............................................................................................
B. Saran .........................................................................................................
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Pertanian
merupakan hal yang sangat esensial dalam sebuah negara. Kehidupan pertanian
yang kuat dinegara-negara maju bukan merupakan hasil usaha dalam setahun dua
tahun seperti membalik telapak tangan. Perkembangan dan proses tersebut
berlangsung lama sejalan dengan waktu dalam sejarah pembangunan dinegara-negara
tersebut. Ada slogan yang mengatakan negara akan kuat apabila pertanianya kuat.
Mengingat, pertanian akan sangat erat kaitanya dengan pemenuhan kebutuhan pangan
yang jika tidak terpenuhi maka akan mengancam sbilitas ekonomi, sosial dan
politik suatu negara.
Oleh karena
itu, Pembangunan pertanian masa kini dan masa mendatang akan dihadapkan
pada berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Isu ketahanan pangan, proses
produksi yang efisien dalam rangka menghadapi pasar global, peningkatan
kesejahteraan petani, penyediaan lapangan kerja, kemerosotan kualitas
sumberdaya lahan, produk pertanian yang ramah lingkungan (organic farming),
perlu dipertimbangkan dalam membangun pertanian kedepan. Untuk itu
penelitian dan pengkajian teknologi pertanian harus diarahkan untuk mengatasi
berbagai tantangan tersebut.
Perjalanan
pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan
hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan
kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia
dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang
mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting,
antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap
pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional,
besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya
dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.
Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini
sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal
ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang
memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Peran
teknologi dalam pertanian masa depan dalam mengatasi berbagai hambatan untuk
peningkatan produktivitas dan menekan
kehilangan hasil dan mempertahankan mutu hasil pertanian, hampir seluruh
ahli di dunia sepakat bahwa kunci utamanya adalah pada teknologi. Khususnya
permasalahan Dalam penanganan
pasca panen padi, salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah masih
kurangnya kesadaran dan pemahaman petani terhadap penanganan pasca panen yang
baik sehingga mengakibatkan masih tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu
gabah/beras. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dilakukan
penanganan pasca panen yang baik agar dapat menekan kehilangan hasil dan
mempertahankan mutu hasil gabah/ beras. Oleh karena itu di ciptakanlah
teknologi baru yang mampu mengatasi masalah dalam penanganan pasca panen agar
dapat meningkat produktivitas dan mempertahankanya mutu hasil gabah/beras. Dan disini
saya akan membahas tentang teknologi power threser yang khusus dalam penanganan
pasca panen.
1.2.Rumusan
Masalah
a.
Bagaimana perkembangan power thresher sampai dikenal
pada saat ini ?
b.
Apa saja Keunggulan dan Kelemahan power thresher ?
c.
Apa saja Perbedaan Perbedaan
Pedal Threser Dan power thresher?
d.
Bagaimana Cara Kerja
Alat power
thresher ?
1.3.Tujuan
a.
Untuk mengetahui perkembangan power thresher sampai
dikenal pada saat ini.
b.
Untuk mengetahui Keunggulan dan Kelemahan power thresher.
c.
Untuk mengetahui Perbedaan Pedal
Threser Dan power thresher
d.
Untuk mengetahui Cara Kerja Alat power thresher.
1.4. Manfaat
a.
Manfaat
Bagi Petani
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberikan panduan kepada para
petani dan pelaku pasca panen lainnya agar dapat melakukan cara-cara penanganan
pasca panen padi sehingga
petani dapat :
· Menekan tingkat kehilangan hasil padi.
· Memproduksi gabah/beras sesuai persyaratan mutu (SNI).
b.
Manfaat Bagi
Pemerintah
Dengan Pembangunan
pertanian masa kini dan masa mendatang akan dihadapkan pada berbagai
permasalahan yang semakin kompleks. Pertanian berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan pangan yang jika tidak terpenuhi maka akan mengancam stabilitas
ekonomi, sosial dan politik suatu negara. Disini berarti perlunya peran
pemerintah dalam pengembangan tekhnologi-tekhnologi dalam pertanian sehingga
petani-petani di indonesia tidak lagi terpuruk dalam kemiskinan.
c.
Manfaat Bagi
Mahasiswa
Manfaat bagi mahasiswa dalam penulisan makalah ini adalah :
· Mahasiswa mampu mengenali dan memahami prinsip kerja dan prilaku teknis
dari mesin
thresher tersebut.
· Mahasiswa mampu mengaplikasikan mesin thresher ini dilapangan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perkembangan Power Thresher
Perontokan
merupakan tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan, penumpukan dan pengumpulan.Pada tahap ini,kehilangan
hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5%. Dahulu perontok padi disebut
dengan Gebotan yaitu perontok
yang terbuat dari bambu atau kayu dengan 4 kaki berdiri diatas tanah. Cara
merontokkan padi dengan alat ini yaitu mulai padi diambil dan
dipukulkan/digebot pada meja rak perontok ±5 kali dan hasil rontokannya akan
jatuh di terpal yang berada dibawah meja rak perontok.
Kini untuk mempermudah perontokkan padi, petani mulai dikenalkan dengan
sebuah mesin thresher. Pada mulanya petani dikenalkan dengan sebuah
alat yang disebut ‘Pedal Thresher’. Alat ini merupakan alat
perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan menggunakan tenaga
manusia. Kelebihan alat ini dengan ‘gebotan’ adalah mampu menghemat tenaga dan
waktu juga pengoperasiannya sangat mudah. Alat ini pun mampu mengurangi
kehilangan hasil dengan kapasitas kerja 75-100 kg/jam dan cukup dioperasikan
oleh satu orang.
Pedal thresher kemudian bermutasi menjadi Power
thresher. Power Thresher
adalah alat perontok benih padi.
Power Thresher
dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung, kedelai) dan dilengkapi
dengan pengayak sehingga biji-bjian yang dihasilkan relatif bersih, serta
mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah)
butir gabah. Alat ini merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber
tenaga penggerak enjin.
B. Keunggulan
dan Kelemahan Power Thresher
1.
Keunggulan
· Mobilitas tinggi (menggunakan roda
transportasi).
· Pengumpanan (Input) jerami fleksibel dengan
menutup dan membuka pintu input.
· Metode potong pendek (Through In), pengumpanan
langsung jerami ke mesin perontok.
· Metode potong panjang (Hold On), pengumpanan
jerami dipegang dengan tangan.
· Kecepatan putar kipas penghembus dapat diatur
(rpm) dengan cara mengganti diameter pully kipas penghembus.
2. Kekurangan
· Biaya awal lebih mahal.
· Biaya perawatan lebih mahal
C.
Perbedaan Pedal
Thresher (Thresher Semi Mekanis) dan Power
Thresher (Thesher Mekanis)
1.
Proses Perontokan Padi Secara Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)
Thresher jenis pedal ini mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat
sendiri oleh petani dan cukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah
dijinjing ketengah lapangan sawah. Pada umumnya hanya dipakai untuk merontok
padi. Thresher jenis pedal ini tidak dikategorikan sebagai mekanis karena tidak menggunakan
mesin penggerak (bensin/ diesel)
Spesifikasi Pedal Thresher :
·
Kebutuhan
operator 1- 2 orang.
·
Mudah
dioperasikan dan akan mengurangi susut tercecer.
·
Kapasitas
kerja : 75 kg hingga
100 kg per jam
·
2.
Proses Perontokan Padi Secara Power Thresher (Mekanis)

Power Thresher ini dapat dipakai untuk merontokan biji-bijian (padi, jagung dan kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak
sehingga biji – bijian yang dihasilkan relatif bersih.
D. Cara Kerja
Alat Power Threser
1.
Prosedur
Sebelum Pemakaian
a.
Taruhlah
mesin ditempast yang rata, dekat dengan tumpukan hasil yang akan dirontok, bila
perlu taruhlah alas terpal atau lembaran
plastik di bawah mesin, untuk mengurangi susut karena tercecer.
b.
Taruhlah dan
posisikan mesin sedemikian rupa sehingga kotoran akan keluar searah dengan arah angin.
c.
Untuk mengurangi
susut tercecer posisikan mesin menghadap dinding atau buatlah dinding buatan
berupa lembaran plastic atau anyaman
bambu didepan mesin sedemikian rupa sehingga butiran bijian yang terlempar
dapat dikumpulkan.
d.
Bukalah
penutup mesin dan periksalah : drum, semua gigi perontok, konkaf, bersihkan
bagian dalam mesin dari kotoran dan benda asing yang sekiranya akan mengganggu
dan merusak mesin dan juga berbahaya bagi operator. Putarlah drum perontok
dengan tangan sehingga yakin tidak ada yang lepas atau bersentuhan atau
bergesekan.
e.
Periksalah
ketegangan dan garis lini sabuk pulley, bila sabuk tidak dalam satu garis lini dan ketegangan tidak tepat maka
sabuk pulley akan cepat rusak sebelum
waktunya. Untuk permukaan pulley yang kasar
sebaiknya diamplas dan bila pulley retak,
sebaiknya segera diganti.
f.
Lumasilah
semua bantalan dengan minyak pelumas atau pasta pelumas, periksa juga secara
menyeluruh terhadap kemungkinan adanya mur, baut yang kendor. Periksalah mesin apakah sudah cukup oli dan bahan bakarnya.
2.
Cara Kerja
a.
Setelah
semuanya siap, star atau hidupkan mesin, biarkan sebentar mesin tanpa muatan.
Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergeser akibat getaran
atau berpindah tempat.
b.
Masukkan
sedikit bahan asupan untuk memeriksa kemampuan alat, tambah kecepatan putar
(rpm) drum perontok bila ternyata masih ada biji – bijian yang belum terontok.
c.
. Setelah
mesin siap dioperasikan, masukkan bahan asupan yang akan dirontok ke pintu
pemasukan secara teratur sebanyak mungkin tanpa menimbulkan overload, Tumpuklah
bahan di meja pemasukan seefektif mungkin dua sampai tiga orang diperlukan
untuk melayani mesin ini.
d.
Kurangi
pemasukan bahan bila terasa akan menjadi overloading,
terutama untuk bahan yang masih belum kering. Apabila mesin macet atau slip karena overloading, matikan mesin, bukalah tutup mesin dan bersihkan
bagian dalamnya.
e.
Apabila
dirasa posisi meja pengumpan terlalu tinggi, pergunakan alat bantu meja atau
kursi untuk tempat berdiri operator pengumpan atau rendahkan posisi dudukan mesin
perontok.
f.
Cegahlah
jangan sampai ada benda asing (batu, kayu, logam, mur, baut, kawat dsb) yang
masuk kedalam mesin.
g.
Kotoran
berbentuk jerami yang keluar dari pintu pelempar jerami atau kipas penghembus
harus segera dijauhkan dari mesin, agar tidak menyumbat saringan atau tercampur
dengan gabah bersih hasil perontokan, bila perlu gabah ditampung langsung
menggunakan karung di depan mulut pintu pengeluaran gabah.
h.
Apabila
proses perontokan telah selesai, mesin harus segera dibersihkan (terutama
bagian dalamnya) untuk disimpan ditempat yang bersih dan kering, bila perlu
diberi selimut agar tidak berkarat. Menyimpan mesin dalam keadaan kotor akan
menjadikannya mesin sebagai sarang hama dan penyakit.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Power thresher merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga
penggerak engine. Kelebihan mesin
perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja
lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi.
Ada 2 jenis
mesin perontok (Thresher), yaitu :
1.
Pedal
Thresher (Thresher Semi Mekanis)
2.
Power
Thresher (Thesher Mekanis)
Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi
menjadi gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk
memisahkan gabah dengan jeraminya.Thresher jenis pedal mempunyai konstruksi
sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani dancukup dioperasikan oleh satu
orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan/ sawah. Padaumumnya hanya dipakai
untuk merontok padi.
Power Thresher dapat dipakai untuk merontok biji-bijian
(padi, jagung dan kedelai) dandilengkapi dengan pengayak sehingga
biji ± bijian yang dihasilkan relatif bersih, sertamengurangi kehilangan gabah
saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah.Fungsi dari Power Thresher / Mesin perontok padi / Mesin Perontok Serbaguna
digunakan sebagai
alat mesin pertanian yang serbaguna.Mesin
perontok jenis ini dapat digunakan sebagai mesin perontok padi, perontok
kedelai..
B. Saran
Untuk menyempurnakan makalah ini penulis mengaharapkan kritik dan saran
dari pembaca yang membangun karena penulis menyadari bahwa makalah ini jauh
dari kesempurnaan.
DFTAR PUSTAKA
