Sabtu, 19 Desember 2015

POWER TRHESHER



MAKALAH
Penerapan Tekhnologi Power Thresher
 Dalam
Pasca Panen Padi



Copy of LOGO UNRAM WARNA.jpg
 












OLEH
                   NAMA              :    Zukhriani Zamzami
                   NIM                  :    C1G015220
                   FAKULTAS     :    PERTANIAN
                   PRODI              :    AGRIBISNIS


Basic of Agricultural Knowledge
Mataram University
2015



KATA PENGATAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang Berjudul Peran Teknologi Power Theres Dalam  Pasca Panen Padi.Dalam makalah ini saya menjelaskan mengenai pengertian secara umum.Adapuan tujuan saya menulis makalah ini yang utama untuk memenuhi tugas dari Dosen saya selaku yang membimbing saya dalam Pelajaran Pengantar Ilmu Pertanian. Di sisi lain, saya menulis makalah ini untuk mengetahui lebih rinci mengenai Peran Teknologi Power Threser Dalam Pasca Panen Padi.
Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu,diharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah ini untuk ke depannya.Mudah-mudahan  makalah  ini  bermanfaat  bagi  kita  semua  terutama  bagi  Teman- Teman yang mengikuti Mata Pelajaran Pengantar Ilmu Pertanian.  
Rabu  , 15 Desembar  2015



                                                                                                                               Penyusun



DAFTAR ISI
Kata Pengatar..........................................................................................................  
Daftar Isi .................................................................................................................  

Bab I     Pendahuluan
1.1.        Latar Belakang Masalah ...........................................................................    
1.2.       Rumusan Masalah .....................................................................................    
1.3.       Tujuan .......................................................................................................    
1.4.       Manfaat ....................................................................................................  
Bab II    Pembahasan
A.         Perkembangan Power Thresher.................................................................
B.         Keunggulan dan Kelemahan Power Thresher...........................................  
C.         Perbedaan Pedal Threser dan Power Thresher..........................................  
D.         Cara Kerja Alat power thresher.................................................................

Bab III  Penutup
A.       Kesimpulan ...............................................................................................    
B.       Saran .........................................................................................................    

Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pertanian merupakan hal yang sangat esensial dalam sebuah negara. Kehidupan pertanian yang kuat dinegara-negara maju bukan merupakan hasil usaha dalam setahun dua tahun seperti membalik telapak tangan. Perkembangan dan proses tersebut berlangsung lama sejalan dengan waktu dalam sejarah pembangunan dinegara-negara tersebut. Ada slogan yang mengatakan negara akan kuat apabila pertanianya kuat. Mengingat, pertanian akan sangat erat kaitanya dengan pemenuhan kebutuhan pangan yang jika tidak terpenuhi maka akan mengancam sbilitas ekonomi, sosial dan politik suatu negara.
Oleh karena itu, Pembangunan  pertanian masa kini dan masa mendatang akan dihadapkan pada berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Isu ketahanan pangan, proses produksi yang efisien dalam rangka menghadapi pasar global, peningkatan kesejahteraan petani, penyediaan lapangan kerja, kemerosotan kualitas sumberdaya lahan, produk pertanian yang ramah lingkungan (organic farming),  perlu dipertimbangkan dalam membangun pertanian kedepan. Untuk itu  penelitian dan pengkajian teknologi pertanian harus diarahkan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Peran teknologi dalam pertanian masa depan dalam mengatasi berbagai hambatan untuk peningkatan produktivitas dan menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu hasil pertanian, hampir seluruh ahli di dunia sepakat bahwa kunci utamanya adalah pada teknologi. Khususnya permasalahan Dalam penanganan pasca panen padi, salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dan pemahaman petani terhadap penanganan pasca panen yang baik sehingga mengakibatkan masih tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu gabah/beras.  Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dilakukan penanganan pasca panen yang baik agar dapat menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu hasil gabah/ beras. Oleh karena itu di ciptakanlah teknologi baru yang mampu mengatasi masalah dalam penanganan pasca panen agar dapat meningkat produktivitas dan mempertahankanya mutu hasil gabah/beras. Dan disini saya akan membahas tentang teknologi power threser yang khusus dalam penanganan pasca panen.
1.2.Rumusan Masalah
a.     Bagaimana perkembangan power thresher sampai dikenal pada saat ini ?
b.    Apa saja Keunggulan dan Kelemahan power thresher ?
c.     Apa saja Perbedaan Perbedaan Pedal Threser Dan power thresher?
d.    Bagaimana Cara Kerja Alat power thresher ?

1.3.Tujuan
a.       Untuk mengetahui perkembangan power thresher sampai dikenal pada saat ini.
b.      Untuk mengetahui Keunggulan dan Kelemahan power thresher.
c.       Untuk mengetahui Perbedaan Pedal Threser Dan power thresher
d.      Untuk mengetahui Cara Kerja Alat power thresher.

1.4. Manfaat
a.       Manfaat Bagi  Petani
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberikan panduan kepada para petani dan pelaku pasca panen lainnya agar dapat melakukan cara-cara penanganan pasca panen padi sehingga petani dapat :
                         ·     Menekan tingkat kehilangan hasil padi.
                         ·     Memproduksi gabah/beras sesuai persyaratan mutu (SNI).
b.      Manfaat Bagi Pemerintah
Dengan Pembangunan  pertanian masa kini dan masa mendatang akan dihadapkan pada berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Pertanian berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan yang jika tidak terpenuhi maka akan mengancam stabilitas ekonomi, sosial dan politik suatu negara. Disini berarti perlunya peran pemerintah dalam pengembangan tekhnologi-tekhnologi dalam pertanian sehingga petani-petani di indonesia tidak lagi terpuruk dalam kemiskinan.
c.       Manfaat Bagi Mahasiswa
Manfaat bagi mahasiswa dalam penulisan makalah ini adalah :
                    ·     Mahasiswa mampu mengenali dan memahami prinsip kerja dan prilaku teknis dari mesin thresher tersebut.
                    ·     Mahasiswa mampu mengaplikasikan  mesin thresher ini dilapangan




BAB II

PEMBAHASAN

A.      Perkembangan Power Thresher
Perontokan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan, penumpukan  dan pengumpulan.Pada tahap ini,kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai  lebih dari 5%. Dahulu perontok padi disebut dengan  Gebotan yaitu perontok yang terbuat dari bambu atau kayu dengan 4 kaki berdiri diatas tanah. Cara merontokkan padi dengan alat ini yaitu mulai padi diambil dan dipukulkan/digebot pada meja rak perontok ±5 kali dan hasil rontokannya akan jatuh di terpal yang berada dibawah meja rak perontok.
Kini untuk mempermudah perontokkan padi, petani mulai dikenalkan dengan sebuah mesin thresher. Pada mulanya petani dikenalkan dengan sebuah alat yang disebut ‘Pedal Thresher’. Alat ini merupakan alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan menggunakan tenaga manusia. Kelebihan alat ini dengan ‘gebotan’ adalah mampu menghemat tenaga dan waktu juga pengoperasiannya sangat mudah. Alat  ini pun mampu mengurangi kehilangan hasil dengan kapasitas kerja 75-100 kg/jam dan cukup dioperasikan oleh satu orang.
Pedal thresher kemudian  bermutasi menjadi Power thresher. Power Thresher adalah alat perontok benih padi. Power Thresher  dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung, kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji-bjian yang dihasilkan relatif bersih, serta mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah. Alat ini merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak enjin.
B.  Keunggulan dan Kelemahan Power Thresher
1.      Keunggulan
                         ·     Mobilitas tinggi (menggunakan  roda transportasi).
                         ·     Pengumpanan (Input) jerami fleksibel dengan menutup dan membuka pintu input.
                         ·     Metode potong pendek (Through In), pengumpanan langsung jerami ke mesin    perontok.
                         ·     Metode potong panjang (Hold On), pengumpanan jerami dipegang dengan tangan.
                         ·     Kecepatan putar kipas penghembus dapat diatur (rpm) dengan cara mengganti diameter pully kipas penghembus.
2.       Kekurangan
                         ·     Biaya awal lebih mahal.
                         ·     Biaya perawatan lebih mahal

C.    Perbedaan Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis) dan Power Thresher (Thesher Mekanis)
1.      Proses Perontokan Padi  Secara Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)
Thresher jenis pedal ini mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani dan cukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan sawah. Pada umumnya hanya dipakai untuk merontok padi. Thresher jenis pedal ini tidak dikategorikan sebagai mekanis karena tidak menggunakan mesin penggerak (bensin/ diesel)
pedal.jpg    Spesifikasi Pedal Thresher :
                    ·          Kebutuhan operator 1- 2 orang.
                    ·          Mudah dioperasikan dan akan mengurangi susut tercecer.
                    ·          Kapasitas kerja : 75 kg hingga 100 kg per jam
                    ·           
2.      Proses Perontokan Padi Secara Power Thresher (Mekanis)
63Power Thresher 2 dip.cop.jpg
Power Thresher ini dapat dipakai untuk merontokan biji-bijian (padi, jagung dan kedelai) dan dilengkapi dengan pengayak sehingga biji – bijian yang dihasilkan relatif bersih.

D.    Cara Kerja Alat Power Threser
1.      Prosedur Sebelum Pemakaian
a.       Taruhlah mesin ditempast yang rata, dekat dengan tumpukan hasil yang akan dirontok, bila perlu taruhlah alas terpal atau lembaran plastik di bawah mesin, untuk mengurangi susut karena tercecer.
b.      Taruhlah dan posisikan mesin sedemikian rupa sehingga kotoran akan keluar   searah dengan arah angin.
c.       Untuk mengurangi susut tercecer posisikan mesin menghadap dinding atau buatlah dinding buatan berupa lembaran plastic atau anyaman bambu didepan mesin sedemikian rupa sehingga butiran bijian yang terlempar dapat dikumpulkan.
d.      Bukalah penutup mesin dan periksalah : drum, semua gigi perontok, konkaf, bersihkan bagian dalam mesin dari kotoran dan benda asing yang sekiranya akan mengganggu dan merusak mesin dan juga berbahaya bagi operator. Putarlah drum perontok dengan tangan sehingga yakin tidak ada yang lepas atau bersentuhan atau bergesekan.
e.       Periksalah ketegangan dan garis lini sabuk pulley, bila sabuk tidak dalam satu garis lini dan ketegangan tidak tepat maka sabuk pulley akan cepat rusak sebelum waktunya. Untuk permukaan pulley yang kasar sebaiknya diamplas dan bila pulley retak, sebaiknya segera diganti.
f.       Lumasilah semua bantalan dengan minyak pelumas atau pasta pelumas, periksa juga secara menyeluruh terhadap kemungkinan adanya mur, baut yang kendor. Periksalah mesin apakah sudah cukup oli dan bahan bakarnya.
2.      Cara Kerja
a.       Setelah semuanya siap, star atau hidupkan mesin, biarkan sebentar mesin tanpa muatan. Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergeser akibat getaran atau berpindah tempat.
b.      Masukkan sedikit bahan asupan untuk memeriksa kemampuan alat, tambah kecepatan putar (rpm) drum perontok bila ternyata masih ada biji – bijian yang belum terontok.
c.       .    Setelah mesin siap dioperasikan, masukkan bahan asupan yang akan dirontok ke pintu pemasukan secara teratur sebanyak mungkin tanpa menimbulkan overload, Tumpuklah bahan di meja pemasukan seefektif mungkin dua sampai tiga orang diperlukan untuk melayani mesin ini.
d.      Kurangi pemasukan bahan bila terasa akan menjadi overloading, terutama untuk bahan yang masih belum kering. Apabila mesin macet atau slip karena overloading, matikan mesin, bukalah tutup mesin dan bersihkan bagian dalamnya.
e.       Apabila dirasa posisi meja pengumpan terlalu tinggi, pergunakan alat bantu meja atau kursi untuk tempat berdiri operator pengumpan atau rendahkan posisi dudukan mesin perontok.
f.       Cegahlah jangan sampai ada benda asing (batu, kayu, logam, mur, baut, kawat dsb) yang masuk kedalam mesin.
g.      Kotoran berbentuk jerami yang keluar dari pintu pelempar jerami atau kipas penghembus harus segera dijauhkan dari mesin, agar tidak menyumbat saringan atau tercampur dengan gabah bersih hasil perontokan, bila perlu gabah ditampung langsung menggunakan karung di depan mulut pintu pengeluaran gabah.
h.      Apabila proses perontokan telah selesai, mesin harus segera dibersihkan (terutama bagian dalamnya) untuk disimpan ditempat yang bersih dan kering, bila perlu diberi selimut agar tidak berkarat. Menyimpan mesin dalam keadaan kotor akan menjadikannya mesin sebagai sarang hama dan penyakit.
   




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
       Power thresher merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak engine.  Kelebihan mesin perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi.
Ada 2 jenis mesin perontok (Thresher), yaitu :
1.         Pedal Thresher (Thresher Semi Mekanis)
2.         Power Thresher (Thesher Mekanis)
Dalam usahatani padi, thresher merupakan alat untuk merontokkan padi menjadi gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan gabah dengan jeraminya.Thresher jenis pedal mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani dancukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan/ sawah. Padaumumnya hanya dipakai untuk merontok padi. 
Power Thresher dapat dipakai untuk merontok biji-bijian (padi, jagung dan kedelai) dandilengkapi dengan pengayak sehingga biji ± bijian yang dihasilkan relatif bersih, sertamengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah.Fungsi dari Power Thresher / Mesin perontok padi / Mesin Perontok Serbaguna digunakan sebagai alat mesin pertanian yang serbaguna.Mesin perontok jenis ini dapat digunakan sebagai mesin perontok padi, perontok kedelai..
B.     Saran
Untuk menyempurnakan makalah ini penulis mengaharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun karena penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan.



DFTAR PUSTAKA


1 komentar:

  1. casino Archives 2021 - DrmCD
    casino, casino, gaming, gaming casino, casino, gaming, 안동 출장마사지 gambling, gambling casino, gaming, 사천 출장안마 gambling, gambling, gambling, 울산광역 출장마사지 gambling, gambling, gambling, gambling, gambling, 시흥 출장안마 gambling, 영천 출장샵 gambling,

    BalasHapus